Oleh : Kelompok Madding Pas2bdg

Fasilitas sudah ada, tempat juga, apalagi?

Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti sudah sangat mengenal yang namanya sampah. Sampah. Ya, siapa sih yang tidak kenal dengan limbah buangan yang satu ini?

Sejatinya, semua orang menginginkan kebersihan terhadap sebuah lingkungan. Karena lingkungan yang bersih mampu menciptakan rasa nyaman lagi enak dipandang. Sekarang apa yang kita pikirkan apabila lingkungan kita bersih tanpa sampah yang berserakan? Lalu bagaimana jika sebaliknya? Banyak sampah yang ‘membolos’ dari tempatnya?

Kebersihan merupakan satu kata yang penuh makna dalam realita. Kebersihan juga sering dikaitkan dengan iman seseorang, apabila iman seseorang itu bagus, maka ia akan menempatkan sampah pada tempatnya. Namun jika sebaliknya, maka orang itu akan malas untuk sekedar mencari sebuah tong kecil yang sudah disiapkan untuk tempat peristirahatan sampah itu sendiri, alias membuang sampah sembarangan. Kebersihan juga merupakan hal penting untuk membangun rasa nyaman pada sebuah lingkungan. Terutama lingkungan sekolah.

Rasa nyaman sangat perlu diperlukan pada lingkungan sekolah. Karena, apabila siswa atau Guru merasa nyaman disekolah, maka kegiatan belajar mengajar akan berlangsung sebagaimana mestinya. Para siswa akan lebih fokus dan jernih pikirannya saat memperhatikan dan mendengarkan penjelasan guru dan para guru juga akan lebih leluasa untuk menjelaskan materi yang harus diajarkan. Apa yang terjadi apabila siswa dan guru tidak merasa nyaman satu sama lain, terutama karena faktor kebersihan?

Pernahkan anda mengalami kerugian waktu saat anda akan melakukan kegiatan KBM? Guru anda mendapati kelas anda dengan sampah berserakan didalamnya? Kemudian Guru anda menyuruh anda untuk membersihkan sampah terlebih dahulu?

Sebenarnya, ada banyak faktor yang mempengaruhi beberapa orang untuk membuang sampah sembarangan. Satu diantaranya adalah bosan dengan tong sampah yang begitu-begitu saja. Berbentuk tong polos atau bolong-bolong. Lalu bagaimana caranya membuat mereka tidak bosan? Tentu saja dengan membuat tong sampah yang mampu menarik minat seseorang itu sendiri.

Banyak keluhan yang melaporkan bahwa siswa sangat ‘rajin’ dalam hal menghiraukan sampah, tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya yang mungkin akan kotor bahkan bau. Karena itu, pihak Pasundan 2 Bandung mencoba berbagai cara untuk membuat siswanya sadar dengan kewajibannya membuang sampah pada tempatnya. Salah satunya adalah menghadirkan tong sampah yang menarik dan memiliki unsur ‘beda’ dari yang lainnya.

artikel

Tong sampah inovatif, ayo beri dia asupan! © Kel_Madding_Pas2bdg

Dengan adanya Tong Sampah inovatif dengan modifikasi bentuk maupun desainnya, para siswa maupun guru diharapkan mampu menjaga kebersihan lingkungan SMK Pasundan 2 Bandung dengan cara membuang sampah pada Tempatnya. Tong sampah ini sudah disiapkan disepanjang koridor sekolah, tepatnya pada masing-masing kelas yang ada pada setiap lantai sejak Jum’at pekan ini (20/09/16). Tong sampah tersebut juga terdiri dari dua opsi, yaitu Organik untuk sampah basah seperti sayuran(tidak dapat didaur ulang), juga Anorganik untuk sampah kering yang misalnya berupa Botol maupun sampah plastik (dapat didaur ulang).

Jadi, dengan disediakannya tempat sampah yang memadai lagi ‘unik’ apalagi yang kita tunggu? Tegakah kita menyia-nyiakan sesuatu yang bisa disebut beda dari yang lain demi malas semata? Mampukah kita mencari ilmu dengan limbah yang berserakan dilantai? Atau siapkah kita mendapat denda atau omelan dari orang lain? Kalau tidak, ayo tunggu apalagi? Mari membuang sampah pada tempatnya dan wujudkan kenyamanan dalam mencari Ilmu!

Leave a Comment